Apam dan Tradisi Orang Aceh





Pernahkan Anda melihat kue  di atas? 

Ya. Benar sekali. kalau anda orang Aceh tentu saja pernah, 
saya kira dari anak-anak sampai kakek-kakek tentu saja pernah mencicipi kue yang satu Ini, 
Kue tersebut adalah apam atau dalam bahasa Indonesia disebut dengan serabi.

Kue gurih yang terbuat dari campuran tepung beras dan ini hanya disajikan pada waktu-waktu tertentu oleh masyarakat Aceh. 
Salah satunya adalah pada bulan Ra’jab sehingga bulan Ra’jab juga dikenal dengan buleun Apam dalam Almanak Aceh.

Sudah menjadi tradisi bagi seluruh masyarakat Aceh untuk mengadakan Khanduri Apam pada buleun Apam. 
Tradisi ini pun sering dilaksanakan diperkampungan. Kegiatan toet apam dilakukan oleh kaum ibu di gampoeng (kampung). 

Biasanya dilakukan sendirian atau berkelompok. 
Pertama sekali yang harus dilakukan untuk memasak apam adalah top teupong breuh bit (menumbuk tepung dari beras nasi). 
Tepung tersebut lalu dicampur air yang sedikit panas dalam sebuah wadah penampung adonan. 
Adonan yang sudah sempurna ini kemudian diaduk kembali sehingga menjadi cair. 
Cairan tepung inilah yang diambil dengan aweuek/iros untuk dituangkan ke wadah memasaknya, 
yakni neuleuek berupa cuprok tanoh (pinggan tanah).

kue serabi alias Apam tentu saja punya peranan yang 
penting dalam tatanan masyarakat diaceh. Saya akan coba menceritakan disini. 
Memang sih dalam penyampaian tradisi khanduri ini sudah banyak terdapat versi cerita yang beragam, 
namun saya berusaha untuk mendapatkan referensi yang akurat supaya mampu merangkum menjadi satu semua versi yang beragam diaceh tentang khanduri apam dan pelaksanaannya, 
apalagi ini adalah salah satu tradisi masyarakat Aceh pada bulan ke tujuh dalam kalender Aceh yang disebut dengan Khanduri Apam (Kenduri Serabi). Buleun Apam adalah salah satu dari nama-nama bulan dalam “Almanak Aceh”

Sebagai makanan khas yang menurut tradisinya dibuat setahun sekali, tentu butuh keahlian khusus untuk menghasilkan apam dengan cita rasa tinggi. Seiring dengan memudarnya tradisi töt apam ini, semakin langka pula orang-orang yang ahli di bidang ini.

berikut saya mencoa membagikan bahan/resep serta cara pembuatannya

Bahan-bahan/bumbu-bumbu : 
bahan serabi: 
• 200 gram tepung beras 
• 25 gram tepung terigu   
• 2 lembar daun pandan (on seuke peulet), dibuat simpul 
• garam secukupnya
• Air panas secukupnya


Cara Pengolahan : 
• Campur tepung beras, tepung terigu, gula pasir, dan ragi instan. Aduk rata dengan Air yang sedikit     panas 
• Aduk sampai merata, sehingga menjadi cair. 
• Panaskan wajan datar anti lengket beralas tebal. 
• Tuang adonan, ratakan. Masak hingga terbentuk gelembung-gelembung.  


Nah, perlu diketahui Air hangat menjadi salah satu faktor yang paling menentukan dalam menghasilkan adonan terbaik. 
Kalau campuran air dan tepung ini salah, maka apam yang dihasilkan juga salah tidak akan mengembang atau dalam istilah bahasa Aceh disebut deng.
Akibatnya apam yang dihasilkan menjadi keras dan tidak lembut, karena kue apam ini tidak memakai soda

Selain air hangat, pengapian juga sangat menentukan kualitas apam. 
Jika apinya tidak stabil, kerap padam atau terlalu besar, bisa membuat apam menjadi keras atau dalam bahasa Aceh disebut idak atau batat, 
Bagian bawahnya hangus, sementara bagian atasnya masih mentah,
Lalu bagaimana apam yang baik dan nikmat? “Apam harus lembut, mengembang, dan dipenuhi lubang-lubang kecil. Bagian atasnya masak secara merata, tanpa menghanguskan bagian bawah,

lebih nikmat lagi bila Apam disajikan bersamaan dengan Kuahnya..... 





loading...

Artikel Portal Fia Lainnya :

0 komentar:

Post a Comment

Copyright © 2016 Portal Fia | Powered by Blogger