12 Keuntungan Pacaran dengan Pasangan yang Jauh Lebih Tua

Di kepala kita, proyeksi kita tentang pacar ideal biasanya berkutat nggak jauh-jauh dari cewek yang umurnya lebih muda, atau paling tidak sama dengan diri sendiri. Entah kenapa pola pasangan yang lazim ditemukan memang yang seperti ini.
Cinta memang tidak mengenal usia. Ia bisa menyatukan siapa saja, termasuk sepasang manusia yang umurnya terpaut jauh.
Padahal nggak dosa juga jika yang terjadi sebaliknya, alias si cewek yang berumur lebih dewasa atau sicowok yang berumur dewasa, Justru sebenarnya kondisi yang unik ini bisa menghasilkan hubungan yang lebih menantang dan cerita-cerita yang lebih nggak biasa. Cerita di bawah ini, misalnya.


12 Keuntungan Pacaran dengan Pria yang Jauh Lebih Tua


1. Masa Depan Lebih Terjamin.
Pria dengan usia yang jauh lebih tua biasanya sudah memiliki rencana untuk hidup kedepannya. Ia juga memiliki tujuan hidup yang jelas dan sudah memulai mengumpulkan pundi-pundi uang sebelum Anda berkarier. Bukan hanya keamanan secara finansial yang terjamin jika Anda berkencan dengan pria yang jauh di atas Anda, tapi juga aman secara emosional dan fisik.


2. Mereka bisa konsisten dengan sikap dan pilihannya. 
Bagi para cowok, pertambahan usia tentu berpengaruh pada fisik dan psikis mereka. Karakter, perilaku, dan sifat mereka pun bisa jadi berubah seiring usia yang menua. Perubahan inilah yang memungkinkan cowok bersikap impulsif. Merasa jenuh dalam hubungan, lalu buru-buru meminta putus tanpa pertimbangan yang matang sebelumnya. Di lain hari, mereka bisa dengan ringan mengaku menyesal dan mengajak balikan.


3. Dukungan dan Perhatian.
Pria yang seumuran biasanya memiliki ego yang sama tingginya dengan Anda. Selain itu, masih banyak hal yang ingin mereka kerjakan yang sebenarnya lebih penting daripada fokus pada wanita. Misalnya saja, melakukan hobi, bermain, ataupun saat ia mengejar karier. Sehingga, tak heran jika banyak wanita di luar sana banyak mengeluh kalau pacarnya yang seumuran sangat cuek pada mereka. Beda dengan pria yang jauh lebih tua. Mereka merasa memiliki tanggung jawab untuk selalu memberi dukungan dan perhatiannya pada Anda.


4. Cowok yang lebih tua akan berusaha menjaga komitmennya.
Kemampuan menjaga komitmen seringkali jadi faktor penting dalam hubungan. Bagaimana pun, hubungan hanya bisa bertahan ketika dua orang yang terlibat sama-sama punya kemauan untuk menjaganya. Komitmen layaknya janji yang harus ditepati. Ketika dua orang mantap untuk bersama, maka keduanya akan berusaha agar segala sesuatunya bisa baik-baik saja.
Dia yang lebih tua memang tidak lantas pasti bisa menjaga komitmennya. Namun, sikap konsisten yang dia punya bisa jadi semakin meyakinkanmu. Bahwa ketika dia mengaku siap punya komitmen denganmu, besar kemungkinan dia akan bertanggung jawab dan membuktikan kata-katanya itu.


5. Hubungan yang Sehat.
Pria yang lebih tua memiliki kemampuan untuk memahami keintiman dan apa saja yang dibutuhkan untuk membangun dan memelihara hubungan yang sehat. Apalagi jika ia pernah menjalani hubungan yang berakhir buruk di masa lalunya. Ia akan menjadikan hal itu suatu pembelajaran dari kesalahan masa lalu.


6. Usianya yang matang membuatnya paham bahwa kamu selalu ingin didukung dan diperhatikan.
Cowok yang sebaya cenderung punya ego yang sama tingginya denganmu. Banyak hal yang jadi keinginan atau cita-citanya; perkara pendidikan, pekerjaan, hobi, hingga sekadar hasrat untuk bersenang-senang. Hal-hal inilah yang membuatnya tidak sepenuhnya fokus pada hubungan kalian. Bagi dia, banyak hal yang tidak kalah penting daripada kamu – pasangannya. Nah, tidak heran kalau kamu yang punya pasangan sebaya akan lebih sering mengeluh.


7. Cowok lebih tua mereka menganut paham: “Buat apa pacaran lama-lama kalau menikah bisa lebih bahagia”.
Kamu dan pasanganmu tidak akan selamanya pacaran. Ada jenjang berikutnya yang akan kalian akrabi. Setelah merasa cukup menjalani masa pacaran, kalian pasti punya keinginan untuk punya hubungan yang lebih serius. Ketika sepasang kekasih sudah saling cocok dan merasa siap, keinginan menikah itu pasti.
Pasangan yang sebaya atau dia yang lebih tua pasti sama-sama akan merasakan hal ini. Bedanya, dia yang lebih tua cenderung lebih cepat memantapkan hati. Ketika pasangan yang sebaya masih sibuk pikir-pikir dan masih ingin mengejar karir, pasangan yang lebih tua justru sudah mantap untuk melamarmu. Keinginan-keinginan yang sudah tercapai, “mapan” secara finansial, punya tujuan hidup yang jelas; banyak hal yang sudah dia punya dan semakin memantapkan niatnya.


8. Pertambahan usia menempanya semakin dewasa.
Tidak ada rumus pasti jika bicara tentang kedewasaan seseorang. Umur bukanlah patokan untuk menggolongkan; apakah pasanganmu sudah dewasa, atau justru masih kekanak-kanakan. Namun, tidak bisa dipungkiri bahwa kebanyakan dari mereka yang usianya sudah “matang” akan lebih bisa bersikap dewasa dalam hubungan.
Perkara dewasa atau tidaknya pasangan bisa dilihat dari perilaku sehari-harinya, termasuk saat bertengkar denganmu. Jika cowok yang belum “matang” akan memilih menghindar dengan alasan menenangkan diri, cowok dewasa justru berusaha menemuimu untuk bicara demi menyelesaikan persoalan. Yang pasti, sikap semacam inilah yang menjadikan hubungan kalian tidak destruktif, tetap sehat untuk terus dijalani.
Cowok yang lebih tua biasanya lebih konsisten dalam menjalani hubungan. Sekalipun sudah lama berpacaran, rasa jenuh yang sesekali muncul tidak akan mudah mempengaruhi dirinya. Jika memang ingin putus, niatnya tidak timbul tenggelam begitu saja. Dia butuh waktu dan proses yang panjang untuk berpikir dan memantapkan hatinya.


10. Dia yang lebih tua tidak suka mengedepankan emosi. 
Salah satu kunci sukses dalam hubungan adalah sikap sabar. Seorang cowok yang bisa sabar saat menghadapi segala hal berarti punya kemampuan mengendalikan diri yang baik. Dia tidak mudah emosi saat terjebak macet di perjalanan atau tidak lantas memaki-maki pengendara lain yang ugal-ugalan.
Di usia yang lebih tua, cowok lebih bisa mengontrol emosinya. Dia tahu kapan emosi itu harus di redam dan kapan boleh diluapkan. Saat kalian sedang berbeda pendapat atau berdebat misalnya, dia tahu betapa pentingnya mengontrol nada bicara agar kamu tidak sakit hati atas perkataannya. Dia mengerti bagaimana cara menyampaikan pendapat tanpa harus menyudutkan kamu sebagai lawan bicaranya.


11. Usia yang dewasa menganugerahinya pengalaman masa lalu yang kaya.
Kamu beruntung ketika punya pasangan yang lebih tua karena kemungkinan mereka punya lebih banyak pengalaman dalam hubungan. Tapi, bukan berarti punya banyak mantan bisa jadi hal yang bisa dibanggakan. Hanya saja, pengalaman dengan pasangan-pasangan sebelumnya bisa dijadikan pelajaran di hubungan yang sekarang. Bahkan, kegagalan di masa lalu pun akan jadi pengingat agar kesalahan-kesalahan yang pernah diperbuatnya tidak terulang.


12. Mereka boleh dibilang sudah “mapan”. Perkara masa depan kalian tidak perlu lagi dirisaukan. 
Tidak bisa dipungkiri, mereka yang lebih tua biasanya sudah “mapan” secara finansial. Pekerjaan tetap, punya bisnis sampingan, mampu mengelola keuangan sendiri; berbagai kelebihan yang mereka miliki – yang umumnya belum dimiliki mereka yang masih muda atau sebaya denganmu.
Lantaran punya kemampuan finansial yang lebih baik, hubungan kalian jelas punya masa depan yang lebih cerah. Kalian lebih mantap menjalani hubungan karena punya orientasi yang jelas tentang masa depan. Kapan akan menikah, bagaimana kelak membagi beban kebutuhan keluarga, tinggal dimana, punya anak berapa; banyak hal yang sudah bisa kalian pikirkan sejak sekarang.
loading...

Artikel Portal Fia Lainnya :

0 komentar:

Post a Comment

Copyright © 2016 Portal Fia | Powered by Blogger