MPU: Konser Bergek Dilarang Karena Pelanggaran Sebelumnya

MPU: Konser Bergek Dilarang Karena Pelanggaran Sebelumnya

Wakil Ketua MPU Aceh, Tgk H Faisal Ali mengungkapkan pelarangan konser Ady bergek, seperti di Lhokseumawe, pada Minggu (10/4), akibat tindakan Bergek dan pihak kru penyelenggara yang dinilai melanggar aturan pada konser yang diselenggarakan sebelumnya, seperti saat tampil di Banda Aceh dan juga Aceh Timur.

Konser Bergek Dilarang Akibat Pelanggaran Sebelumnya

Tgk Faisal Ali menyampaikan hal tersebut saat Talkshow Cakrawala pada Serambi di Radio Serambi FM, di Desa Meunasah Manyang PA, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar, pada Senin (11/4).

Dalam Talkshow tersebut beliau mengatakan tema salam Harian Serambi Indonesia, dalam acara tersebut juga menghadirkan seorangnara sumber internal yaitu Redaktur Pelaksana Serambi, Yarmen Dinamika dan juga Anggota DPD RI Asal Aceh, Sudirman ataui yang lebih dikenal dengan Haji Uma.

Informasi yang masuk ke saya, beberapa konser yang digelar oleh Ady Bergek sebelumnya tidak mengindahkan rekomendasi2 yang diberikan oleh beberapa pihak, termasuk MPU. Contoh konser di Banda Aceh dan Aceh Timur,” ungkapnya.

Oleh karena itu, Tgk Faisal mengungkapkan pelanggaran tersebut menjadi acuan pada sejumlah daerah untuk tidak mengeluarkan izin pelaksanaan konser Adi Bergek. Ia juga menyebutkan pelanggaran dilakukan, yakni tidak ada pemisahanan antara penonton laki-laki dan penonton perempuan, pelaksanaan konser tersebut mendekati waktu shalat, dan juga penampilan bergek di atas panggung juga dinilai merisaukan.

Bahkan, Faisal menyayangkan dari pelanggaran yang terjadi pada konser bergek, tidak ada sanksi tegas terhadap pihak penyelenggara. Menurutnya, semua pelanggaran tersebut berakhir dengan permohonan maaf dan juga silaturahmi Jadi sebenarnya konser tidak dilarang di selenggarakan di Aceh, banyak penyanyi lain juga menggelar konser dengan lancar, karena mereka mematuhi ajaran dan aturan yang diterapkan dan mengantongi izin yang lengkap. Bahkan syair lagunya pun sesuai,” ungkapnyanya.

Jika pihak penyelenggara melakukannya sesuai dengan prosedur dan aturan yang berlaku, serta juga mengantongi izin yang diwajibkan, maka konser tersebut dapat dilaksanakan. Karena hiburan tetap boleh dilaksanakan asal tidak melanggar syariat islam yang ada di aceh.

Anggota DPD RI, Sudirman atau yang lebih dikenal dengan Haji Uma juga mengatakan pelarangan itu merupakan sebuah fenomena yang harus disikapi dengan bijaksana. Menurut Haji Uma, ke depan harus ada regulasi yang jelas tentang pelaksananan kesenian, termasuk pelaksanaan konser. “Ke depan kegiatan seni yang ada di Aceh ini juga harus mendapat label halal dari pihak ulama, karena kita sebagai daerah yang bersyariat Islam harus memiliki pedoman tersendiri dalam hal berkesenian, jadi harus ada standar yang jelas, sehingga tak ada lagi lagi bertentangan,” Ungkap Haji Uma

Artikel Terkait:
loading...

Artikel Portal Fia Lainnya :

0 komentar:

Post a Comment

Copyright © 2016 Portal Fia | Powered by Blogger