Asal Usul Tradisi Meugang di Aceh Menjelang Ramadhan

Asal Usul Tradisi Meugang di Aceh Menjelang Ramadhan

Sejarah Makmeugang: Dari berbagai sumber sejarah, disebutkan yang bahwa meugang pertama kali muncul pada abad ke 14 masehi. seiring dengan pengembangan ajaran islam di Aceh, Tradisi tersebut diperkirakan tidak meluas ke seluruh wilayah Aceh, kemudian pada abad  ke-16 Masehi, ide Meugang itu dicetuskan oleh Sultan iskandar muda supaya digelar secara merata oleh seluruh masyarakat Aceh. Pada saat itu Istilah makmeugang dicantumkan dalam Qanun Meukuta Alam, yaitu Undang-Undang yang berlaku pada masa Kejayaan Kerajaan Aceh Darussalam di bawah kepemimpinan Sultan Iskandar Muda. tradisi tersebut masih berlaku sampai sekarang di Aceh.

Asal Usul Tradisi Meugang di Aceh Menjelang Ramadhan

Pada hari Meugang, Sultan iskandar muda dan pembesar kerajaan selalu memotong hewan dalam jumlah yang banyak, kemudian dagingnya dibagikan secara gratis kepada rakyat, sebagai bentuk sedekah dan rasa syukur atas kemakmuran kerajaan sekaligus sebagai wujud terima kasih untuk rakyatnya dalam menyambut datangnya bulan suci Ramadan dengan hati yang gembira bersama sang Raja dan Pembesar kerajaan.

Keberhasilan Sultan Iskandar muda dalam menerapkan sistem politik pemerintahan, ekonomi, kemasyarakatan ataupun sosial serta perannya dalam segala hal termasuk dalam dunia internasional tak luput dari dasar pondasi Tradisi, budaya serta Agama yang kuat yang menjadi acuan dan rujukan.

Ketangguhan pemerintahan Sultan Iskandar muda saat itu dilatar belakangi dengan kemampuannya membangun suatu kultur dan juga struktur tatanan masyarakat Aceh menjadi salah satu segmen peradaban manusia "Civilization of human right". Yang tersimpul dalam nilai-nilai filosofi Narit maja "Hadih madja". Narit maja inilah yang menjadi pijakan kreasi tradisi dan juga budaya yang dikenal dengan motto : Adat ngon hukom "hukum Agama", Lagei zat ngon sifeut. Yang stuktur implimentasinya disimpulkan dalam {Adat bak poe teumeuruhom, Hukom bak syiah kuala, Kanun bak putroe phang, Reusam bak laksamana}. yang kemudian dijadikan sebagai way of life "landasan filosofis".

Artikel terkait:
loading...

Artikel Portal Fia Lainnya :

0 komentar:

Post a Comment

Copyright © 2016 Portal Fia | Powered by Blogger