ISIS: Syariat Islam di Aceh Jangan Berlaku untuk Kelas Bawah saja

ISIS: Syariat Islam di Aceh Jangan Berlaku untuk Kelas Bawah saja

Portalfia.com, TAKENGON – Pemandangan yang berbeda terjadi saat berlangsungnya eksekusi cambuk kepada lima terpidana kasus maisir dan perjudian yang sedang dilakukan di halaman Gedung Olah Seni (GOS) Takengon, Aceh Tengah, Aceh, pada hari Selasa 26 Juli 2016.

Sekumpulan mahasiswa dari organisasi Himpunan Mahasiswa Islam "HMI" dan Gerakan Nasional Mahasiswa Indonesia "GMNI" mereka mengatasnamakan Indahnya Syariat Islam Sesungguhnya "ISIS", mereka sempat menghentikan pelaksanaan hukum cambuk yang dilakukan oleh algojo kepada seorang pelaku, berikutnya mereka melakukan aksi unjuk rasa tidak jauh dari lokasi tersebut.

Mereka menuntut instansi kepada yang bertugas dalam penegakkan qanun jinayat di aceh untuk tidak tebang pilih dalam melaksanakan hukum cambuk di daerah takengon itu. Hal tersebut terkait dengan adanya oknum reje kepala kampung yang lolos dari hukuman cambuk, meskipun ia sudah melanggar qanun syariat islam.

ISIS: Syariat Islam di Aceh Jangan Berlaku untuk Kelas Bawah saja

Kalau memang bisa diselesaikan dengan secara adat, maka untuk setiap pelaku pelanggar syariat islam harus diberikan ruang mediasi, agar tidak sampai dihukum sesuai dengan qanun jinayat,” ungkap Hasbi Abdullah yang merupakan aktivis HMI Cabang Takengon saat berorasi tak jauh dari kerumunan orang yang menyaksikan proses hukuman cambuk tersebut.

Sementara Ahlaz Zikri dari "GMNI" Aceh sedang dalam orasinya meminta agar pengambil kebijakan didaerah tersebut membuka mata terhadap kasus-kasus yang melibatkan pejabat dari level desa hingga tingkat daerah, agar realisasi qanun jinayat berjalan sesuai dengan yang diharapkan masyarakat.

Jangan tebang pilih, di mata hukum itu semua sama, jadi silahkan laksanakan hukum sesuai aturan yang berlaku, hukum jangan berlaku untuk rakyat kelas bawah saja,” Ungkapnya, Seperti yang telah diberikan sebelumnya, Kejaksaan Negeri Takengon mengeksekusi lima orang pria pelaku maisir atau judi dengan hukuman cambuk sebanyak 12 kali di depan umum, pada hari Selasa (26/7/2016) pagi. Sumber: klikkabar.com

Artikel terkait:
loading...

Artikel Portal Fia Lainnya :

0 komentar:

Post a Comment

Copyright © 2016 Portal Fia | Powered by Blogger