Seniman Nagan Raya Dukung Konser Cita Citata

Seniman Nagan Raya Dukung Konser Cita Citata

Seniman Nagan Raya menilai dengan adanya penolakan kelompok-kelompok di Nagan Raya terkait dengan rencana penyelenggaraan konser artis Cita Citata yang akan dilaksanakan pada tanggal 12 Juli 2016 mendatang, di Nagan Raya merupakan suatu upaya pembunuhan seni.

Salah seorang pelaku seni Nagan Raya, Bahar Bahari mengungkapkan, musik merupakan salah satu karya seni sebagai hiburan bagi masyarakat. Namun apabila hal itu dilarang maka sama saja dengan membunuh karir para seniman.

Konser cita citata di aceh

“Biarkan seni itu berkembang jangan membunuh seniman dengan cara melarang kegiatan konser. Apa salahnya konser Artis Cita Citata, selama kegiatan yang dilakukan sesuai dengan aturan syariat islam. Dan saya sangat mendukung dengan penyelenggaraan konser Cita Citata” ungkap Baygon—sapaan akrab Bahari--kepada AJNN, pada hari Sabtu, (2/6).

Menurut Bahari, jika konser musik Cita Citata dilarang maka kedepannya kegiatan musik seniman lokal lainnya pun akan dilarang, sehingga para seniman tak bisa lagi menikmati karya mereka dalam berekspresi.

Bahari juga menjelaskan, Jika membanding-bandingkan kehidupan artis nasional saat berada di Jakarta dengan kehadirannya di Aceh itu keliru besar, karena menurut Bahari sudah tentu saat Cita Citata berada di Aceh akan menghormati adat serta budaya yang ada di Aceh.

“Kalau di Jakarta Cita-Citata tidak memakai jilbab itu memang sudah kebiasaannya disana, tapi kalau ia datang ke Aceh sudah pasti ia mematuhi norma yang berlaku di Aceh seperti memakai hijab "jilbab" bahkan pakaiannya lebih sopan dengan menggunakan gamis,” ungkapnya.

Konser yang melibatkan artis atau seniman lokal itu, katanya juga akan dilakukan sesuai dengan aturan yang berlaku di Aceh, dimana disitu ada pagar pembatas yang memisahkan antara laki-laki dan perempuan.

Selain dari itu sebutnya, dalam konser Cita Citata yang bertujuan membangun silaturahmi dan memberikan hiburan bagi masyarakat itu juga dilaksanakan pada siang hari, sehingga tak ada alasan akan adanya maksiat karena setiap gerak gerik para penonton sangat mudah diawasi.

Apalagi adanya WH (Wliayatul Hisbah) dan sejumlah ormas lainnya seperti Pemuda Pancasila yang turut serta ikut mengawal kegiatan tersebut. Saya berharap kelompok- kelompok tertentu jangan membentuk opini yang tak baik yang arahnya membungkam seniman,” harapnya.
sumber:ajnn.net

Lihat Juga: Tidak Berpuasa Cita Citata Pamer Kemesraan Dengan Pacar di Dalam Mobil


Artikel terkait:
loading...

Artikel Portal Fia Lainnya :

0 komentar:

Post a Comment

Copyright © 2016 Portal Fia | Powered by Blogger